VIRUS TUNGRO MENYERANG, PETANI GAGAL PANEN

Posted on Updated on

Rampak Nulang;

Sejumlah petani di Kecamatan Moyo Hulu mengalami gagal panen. Hampir diseluruh desa dari 12 desa yang ada mengalami nasib yang sama. Yang paling parah terjadi di Desa Pernek dan Desa Leseng. Kegagalan panen tahun ini disebabkan oleh serangan hama Wereng Hijau atau yang biasa di kenal  dengan Virus Tungro. Umumnya serangan hama menyerang tanaman padi pada musim tanam penghujan (MH) sekitar bulan Januari – Februari.

Dari 4.381 hektar lahan tanaman padi di Kecaamtan Moyo Hulu, ada sekitar puluhan hektar sawah yang mengalami gagal panen. Selain kegagalan panen (puso), dampak serangan Virus Tungro juga mempengaruhi penurunan tingkat produksi hasil panen petani lainnya.

Menurut  Tehman SP, KUPT Pengembangan Informasi Agribisnis (PIA) Kecamatan Moyo Hulu, bahwa hanya ada belasan hektar saja yang mengalami gagal panen. Itupun terjadi didua desa yaitu Pernek dan Leseng. Namun dari pantauan kami dilapangan, di Desa Leseng saja ada belasan hektar lahan tani yang mengalami gagal panen, Misalnya yang terjadi pada ibu Nurhidayah di Orong Dodat Desa Leseng yang biasanya mendapatkan hasil sekitar 4 ton/Ha sekarang hanya mendapatkan  1/2 ton/Ha. Lebih parah lagi yang menimpa ibu Saripah asal Desa Pernek, dari sekitar  1 hektar  luas lahan tanaman padi yang dimiliki, untuk tahun ini dia tidak bisa memanen hasil tanam padinya sama sekali alias gagal panen. itupun belum termasuk kasus-kasus gagal panen yang terjadi di desa lainnya.

”Gejala serangan hama Tungro ini sudah diketahui sebelumnya dan kami sudah menghimbau kepada petani untuk melakukan tindak pencegahan dengan cara menyemprot hama pembawa dan menganjurkan untuk mencabut kemudian membakar tanaman padi yang terjangkit hama, tetapi banyak petani yang tidak mengikuti anjuran kami” ungkap Tehman. Dilain pihak petani sudah melaksanakan apa yang dianjurkan oleh petugas PPL namun mereka menganggap bahwa imbauan tersebut dirasa terlambat karena penanggulangan yang dilakukan tidak membawa perubahan bagi tanaman.

Untuk musim tanam kemarau (MK), Bulan Mei dan Juni tahun 2012  gejala serangan Virus Tungro juga sudah mulai tampak meluas dibeberapa desa, misalnya di Orong Rea Desa Semamung Kecamatan Moyo Hulu. Hampir sebagian besar areal persawahan ditempat tersebut mengalami serangan Virus Tungro. Namun hal ini sudah diantisipasi oleh dinas terkait dengan pemberian bantuan  berupa obat – obatan kepada petani salah satunya obat MIPCINTA 50 WP dan juga melakukan penyuluhan lapangan dibeberapa tempat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang cara penanggulangan perluasan hama Wereng Hijau .

 

 

2 thoughts on “VIRUS TUNGRO MENYERANG, PETANI GAGAL PANEN

    abumacel said:
    14/05/2012 pukul 5:24 am

    mohon agar dicantumkan nama penulisnya di bagian ahir tulisan. terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s